aqiqah jakarta barat

Akikah pada dasarnya disunnahkan kepada orang tua.

REPUBLIKA. CO. ID, Sunnah akikah pada dasarnya merupakan sunnah yang diajarkan kepada orang tua buat anaknya. Tetapi, gimana bila orang tua belum pernah melakukan akikah sampai anak- anaknya berusia? Bolehkan si anak melaksanakan sunnah akikah buat dirinya sendiri?

Para ulama pula berbeda komentar menimpa permasalahan melaksanakan akikah buat diri sendiri sehabis berusia bila belum diakikahkan pada waktu kecil. Sebagian ulama berkomentar, tidak disunahkan untuk seorang buat mengakikahkan dirinya sendiri kala telah berusia sebab tidak terdapat dalil sahih yang menampilkan disyariatkannya seorang buat mengakikahkan dirinya sehabis berusia. Ini merupakan komentar mazhab Maliki serta salah satu riwayat dari Imam Ahmad aqiqah jakarta barat .

Sebaliknya, sebagian yang lain berkomentar, disunahkan untuk orang yang belum diakikahkan pada waktu kecil buat mengakikahkan dirinya sendiri kala sudah berusia. Komentar ini merupakan komentar Atha’, Hasan al- Basri, Muhammad bin Sirin, Imam Syafi’ i, Angkatan laut(AL) Qafal Angkatan laut(AL) Syasi dari Mazhab Syafi’ i, serta salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Imam Syafi’ i berkata, bila akikah itu tidak dicoba hingga anak baligh, akikah itu tidak lagi disunnahkan untuk anak yang mau diakikahkan tersebut. Tetapi, bila dia mau mengakikahkan dirinya sendiri, itu dibolehkan.

Dalam kitabnya Angkatan laut(AL) Masail, Angkatan laut(AL) Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad,“ Bila orang belum diakikahkan, apakah boleh ia akikah buat diri sendiri kala berusia?” Setelah itu, dia mengatakan riwayat akikah buat orang berusia serta dia dhaifkan. Aku memandang bahwasanya Imam Ahmad menyangka baik, bila seorang belum diakikahkan sewaktu kecil supaya melaksanakan akikah sendiri sehabis berusia. Imam Ahmad mengatakan,“ Bila terdapat orang yang melaksanakannya, aku tidak membencinya.”

Mereka berlandaskan pada hadis Anas RA yang meriwayatkan kalau Nabi SAW mengakikahkan dirinya sehabis diutus bagaikan nabi.( HR Baihaqi, Thabrani, serta Angkatan laut(AL) Bazzar). Tetapi, bagi banyak ulama hadis, tercantum al- Bazzar serta Baihaqi yang pula meriwayatkan hadis ini, hadis ini dhaif sebab terdapatnya Abdullah bin Muharrir.

Tetapi, hadis ini pula diriwayatkan dari jalan sanad lain, ialah dari Abdullah bin al- Mutsanna bin Anas dari Tsumamah bin Anas dari Anas, yang membuat sebagian ulama menyangka hadis ini hasan li ghairihi, semacam Syekh Albani serta Imam Angkatan laut(AL) Haitsami.

Mayoritas ulama pada era ini lebih memilah komentar kedua sebab walaupun hadis yang jadi landasan komentar itu kurang kokoh, dalil yang melarang pula tidak terdapat, serta banyak tabi’ in yang melaksanakannya, semacam Atha`, Hasan al- Basri, serta Muhammad bin Sirin.

Baca Juga : Peluang Hilang Besar China

Serta, akikah merupakan sesuatu amalan sunnah muakkadah ataupun yang sangat ditekankan buat dicoba. Hingga, tidak apa- apa untuk seorang buat mengakikahkan dirinya sendiri bila ia ketahui kalau orang tuanya belum mengakikahkannya, namun dia pula tidak berdosa bila tidak melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *